Senin, 18 April 2011

The Great People "Lincoln"


Abraham Lincoln lahir tanggal 12 Februari 1809 di Hardin County, Kentucky. Beliau meninggal di Washington D.C. pada tanggal 15 April 1865 pada umur 56 tahun. Lincoln tidak lahir dari keluarga yang istimewa, ayahnya hanyalah seorang tukang kayu sedangkan ibunya telah meninggal sejak usianya masih kecil, ayahnya kemudian menikah lagi. Namun Lincoln sangat mencintai ibu tirinya.

Tak seorangpun menyangka Lincoln dapat menjadi seorang yang hebat. Masa kecilnya yang tidak terlalu menyenangkan tidak membuat semangatnya luntur. Ia giat belajar hingga berhasil menjadi seorang pengacara. Beliau kemudian terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat tahun 1860. Lincoln adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16.

Lincoln adalah seorang presiden yang memerangi perbudakan dan perang saudara. Beliau tidak pernah membiarkan dunia lupa bahwa Perang Saudara terlibat masalah yang lebih besar. Hal ini ia menyatakan hal paling mengharukan dalam mendedikasikan pemakaman militer di Gettysburg. This he stated most movingly in dedicating the military cemetery at Gettysburg: "that we here highly resolve that these dead shall not have died in vain--that this nation, under God, shall have a new birth of freedom--and that government of the people, by the people, for the people, shall not perish from the earth."

"Tak pernah sekali pun saya berusaha untuk dikenang dunia, hidupku ini kubaktikan pada peristiwa-peristiwa di sekitar, bagi generasi dan jamanku, semata-mata agar diriku terjalin dengan sesuatu yang penting bagi sesamaku".

Itu adalah kalimat Lincoln yang tak akan pernah terlupakan oleh dunia.


Bagiku Lincoln merupakan inspirasi besar bagi dunia. Melawan perbudakan dan perang saudara, berusaha menyadarkan dunia akan arti kebebasan hidup yang sesungguhnya, berharap akan sebuah kedamaian dunia. Lincoln juga membuktikan dirinya mampu menjadi seorang yang berpengaruh besar untuk dunia, mengubah takdir hidupnya dari seorang yang biasa saja bahkan dari kehidupan serba sederhana dan keadaan yang tidak menyenangkan dengan segala keadaan yang harus dialaminya.

Kepercayaannya akan suatu hal yang diyakininya, serta semangatnya yang tidak pernah luntur telah membawanya dalam sebuah keistimewaan pada dirinya, Pengorbanannya dikala itu pun telah dikenang oleh seluruh masyarakat dunia. Meski hidupnya harus berakhir pada sebuah pembunuhan yang dilakukan orang yang tak bertanggung jawab. Lincoln tertembak di Teater Ford, Washington, Amerika Serikat, pada 14 April 1865 dan meninggal keesokan harinya.